CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sabtu, 30 November 2013

LAMBANG SUMATERA BARAT

Selasa, 25 Desember 2012 09:07
Image
�
    • Lambang daerah kota Padang terdiri dari empat unsur simbol yaitu:

      1. "Padang Kota Tercinta" sebagai motto yang berada dalam pita berwarna biru muda dengan huruf kuning.
      2. Bentuk dasar trapesium sama kaki dengan warna dasar merah.
      3. Profil Lambung (Rangking) yang terpadu dalam bentuk:

        1. Atap gonjong dua warna hitam.
        2. Tiang rangkiang dengan penggada dan keris berwarna kuning.
        3. Dinding rangkiang persegi hitam.
        4. Kolong rangkiang persegi hitam.
      4. Gunung Padang berwarna biru.
    • Pengertian dari sudut bentuk:

      1. Bentuk dasar trapesium sama kaki bertendens kerbau yang telah distilir (digayakan), melambangkan kewaspadaan atau perisai.
      2. Lumbung (rangkiang) melambangkan gudang segala-galanya, baik secara moril maupun materil, sebagai lambang keutuhan budaya Minangkabau yang terkenal dengan "Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah".
      3. Bidang persegi hitam di bawah lima garis gelombang adalah melambangkan landasan kuat tempat besrpijak Kota Padang secara abadi.
      4. Gunung Padang beserta laut, adalah monument alam yang abadi, dengan keindahan alam yang dibanggakan masyarakat Kota Padang sebagai kota pantai dengan lima deretan ombak samudera sebagai lambang dinamika kehidupan bangsa yang berazaskan Pancasila.
      5. Penggada melambangkan senjata asli masyarakat Minangkabau yang cukup ampuh dalam membela dan mempertahankan tanah air.
      6. Keris, melambangkan kehormatan dalam membela pusaka turun temurun (warih bajawek, pusako batolong, baitu adaik nan bapacik, tak lapuak dek hujan, tak lakang dek paneh).
      7. Pita dengan warna dasar biru muda melambangkan kecintaan, kekerabatan yang unik dan menarik terhadap kota dan masyarakatnya sehingga pantas, dinukilkan dengan warna kuning motto ?Padang Kota Tercinta?.
    • Pengertian dari Sudut Warna.

      1. Putih melambangkan kesucian, santri keagamaan.
      2. Merah melambangkan semangat yang menyala-nyala didada masyarakat dalam berbenah diri (membangun), sekaligus lambang Kota Perjuangan.
      3. Hitam melambangkan kearifan dan kebijaksanaan.
      4. Kuning lambang keagungan.
      5. Biru muda diartikan sebagai keharmonisan perpaduan rasa dan pikiran sehingga melambangkan iman yang nyaman (semua terpadu dalam alua jo patuik, raso jo pareso, ukua jo jangko).
Kota Padang adalah salah satu Kota tertua di pantai barat Sumatera di Lautan Hindia. Menurut sumber sejarah pada awalnya (sebelum abad ke-17) Kota Padang dihuni oleh para nelayan, petani garam dan pedagang. Ketika itu Padang belum begitu penting karena arus perdagangan orang Minang mengarah ke pantai timur melalui sungai-sungai besar. Namun sejak Selat Malaka tidak lagi aman dari persaingan dagang yang keras oleh bangsa asing serta banyaknya peperangan dan pembajakan, maka arus perdagangan berpindah ke pantai barat Pulau Sumatera.
Suku Aceh adalah kelompok pertama yang datang setelah Malaka ditaklukkan oleh Portugis pada akhir abad ke XVI. Sejak saat itu Pantai Tiku, Pariaman dan Inderapura yang dikuasai oleh raja-raja muda wakil Pagaruyung berubah menjadi pelabuhan-pelabuhan penting karena posisinya dekat dengan sumber-sumber komoditi seperti lada, cengkeh, pala dan emas.
Kemudian Belanda datang mengincar Padang karena muaranya yang bagus dan cukup besar serta udaranya yang nyaman dan berhasil menguasainya pada Tahun 1660 melalui perjanjian dengan raja-raja muda wakil dari Pagaruyung. Tahun 1667 membuat Loji yang berfungsi sebagai gudang sekaligus tangsi dan daerah sekitarnya dikuasai pula demi alasan keamanan.
Selanjutnya :

7 Agustus 1669
Puncak pergolakan masyarakat Pauh dan Koto Tangah melawan Belanda dengan menguasai Loji-Loji Belanda di Muaro, Padang. Peristiwa tersebut diabadikan sebagai tahun lahir kota Padang.





20 Mei 1784
Belanda menetapkan Padang sebagai pusat kedudukan dan perdagangannya di Sumatera Barat. Padang menjadi lebih ramai setelah adanya Pelabuhan Teluk Bayur.





31 Desember 1799.
Seluruh kekuasaan VOC diambil alih pemerintah Belanda dengan membentuk pemerintah kolonial dan Padang dijadikan pusat kedudukan Residen.

1 Maret 1906.
Lahir ordonansi yang menetapkan Padang sebagai daerah Cremente (STAL 1906 No.151) yang berlaku 1 April 1906.

9 Maret 1950.
Padang dikembalikan ke tangan RI yang merupakan negara bagian melalui SK. Presiden RI Serikat (RIS), No.111 tanggal 9 Maret 1950.

15 Agustus 1950.
SK. Gubernur Sumatera Tengah No. 65/GP-50, tanggal 15 Agustus 1950 menetapkan Pemerintahan Kota Padang sebagai suatu daerah otonom sementara menunggu penetapannya sesuai UU No. 225 tahun 1948. Saat itu kota Padang diperluas, kewedanaan Padang dihapus dan urusannya pindah ke Walikota Padang.

29 Mei 1958.
SK. Gubernur Sumatera Barat No. 1/g/PD/1958, tanggal 29 Mai 1958 secara de facto menetapkan kota Padang menjadi ibukota propinsi Sumatera Barat.

Tahun 1975
Secara de jure Padang menjadi ibukota Sumatera Barat, yang ditandai dengan keluarnya UU No.5 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, dengan Kotamadya Padang dijadikan daerah otonom dan wilayah administratif yang dikepalai oleh seorang Walikota.*
Pada awalnya luas Kota Padang adalah 33 Km2, yang terdiri dari 3 Kecamatan dan 13 buah Kampung, yaitu Kecamatan Padang Barat, Padang Selatan dan Padang Timur. Dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1980 tanggal 21 Maret 1980 wilayah Kota Padang menjadi 694,96 Km2, yang terdiri dari 11 Kecamatan dan 193 Kelurahan. Dengan dicanangkannya pelaksanaan otonomi daerah sejak Tanggal 1 Januari 2001, maka wilayah administratif Kota Padang dibagi dalam 11 Kecamatan dan 103 Kelurahan. Dengan Keluarnya Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Pembentukan organisasi Kelurahan Maka jumlah Kelurahan di Kota Padang menjadi 104 Kelurahan.

Rabu, 27 November 2013

Wisata yang ada di oku

Baturaja Kota Beras (OKU Bumi Sebimbing Sekundang)
 Objek Wisata yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu saat ini cukup banyak, baik berupa wisata alam maupun wisata buatan. Dari data OKU dalam angka (BPS, 2007) terdapat sekitar 42 wisata, 9 diantaranya sebagai berikut :

1. Goa Puteri

Objek wisata andalan Kabupaten OKU ini terletak di desa Padang Bindu Kecamatan Semidang Aji (35 KM dari Baturaja). Legenda Goa Puteri terjadi adalah tempat hunian manusia dimasa lalu. Disitu ditemukan jejak-jejak hunian goa antara lain pecahan gerabah, tulang bintang, tulang manusia, beragam alat batu seperti pukul, batu pahat, batu kapak dan lain-lain.

2. Air Terjun Kambas 
Objek wisata air terjun kambas terletak didesa Ulak Lebar. Jarak tempuh dari desa Ulak Lebar menuju lokasi air terjun kambas berkisar 1 jam berjalan kaki +30 menit. Lokasi air terjun kambas berada pada ketinggian 425 m diatas permukaan laut dengan kordinat 040n06'34" LS dan 104007'33" BT. Perjalanan menuju lokasi yang melalui perbukitan masih alami, hutan dan perkebunan rakyta dengan menyusuri alur sungai Kambas yang hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki. objek wisata air terjun kambas memiliki ketinggian air yang jatuh berkisar 50 meter.

 3. Air Panas Gemuhak

Objek wisata Air Panas Gemuhak terletak didesa Gunung Tiga dengan jarak tempuh sekitar 6 KM dari desa Gunung Tiga. Objek wisata ini berada dalam kawasan hutang lindung dengan ketinggian 398 M diata permukaan air laut dengan koordinat 040 08'10" LS dan 103 043'23" BT dan hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Objek wisata Air Panas Gemuhak memiliki beberapa sumber air panas dengan pusat air panas terbesar dapat menyemburkan air panas (gleiser) setinggi tiga meter. Tiap kali penyemburan air panas memiliki interval waktu sekitar 15 detik. Air Panas tersebut memiliki suhu berkisar 96,50C - 98C dan mengandung mineral-mineral yang berasa asin dan dapat dikonsumsi secara langsung.

 4. Batu Lesung Bintang

Satu dari beberapa peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten OKU adalah Batu Lesung Bintang. Disebut Lesung Bintang karena batu tersebut berbentuk segi delapan yang ditengah-tengahnya terdapat lubang yang menyerupai lesung. Aset wisata budaya ini terletak diatas bukit didesa Laya Kecamatan Baturaja Barat yang menempati areal seluas 2.500 M2, jaraknya 3 KM dari kota Baturaja sehingga mudah untuk dikunjungi. Dinas dapat ditemukan : Batu berukir yang berbentuk sandi dan peta wilayah serta Batu tapak kaki.

 5. Rantai Kumpai

Objek wisata Rantai Kumpai terletak didesa Tungku Jaya Kecamatan Sosoh Buay Rayap, kira-kira 17 KM dari kota Baturaja. Bendali merupakan Bendungan Pengendali Air bagi kehidupan masyarakat sekitranya, luas areal mencapi + 6 Ha. Tempat ini cukup nyaman sebagai tempat rekreasi diakhir pekan. Sekitar 1 jam dari tempat ini terdapat air terjun Tirta Selaya. Fasilitas tersedia di Bendali Rantai Kumpai adalah arena panjat tebing, areal perkemahan, tempat pemancingan, shelter, becak air dan Mushola.

6. Mendingin 

Objek wisata ini masih dapat dijumpai panorama alam yang masih asli, diantaranya beraneka ragam tumbuhan yang masih hijau, hamparan sawah dan perkebunan penduduk serta beberapa jenis binatang hutan yang relative punah diantaranya Monyet Putih, aneka ragam jenis burung serta binatang lainnya. Lokasi Kecamatan Ulu Ogan dapat ditempu dengan kendaraan roda empat maupun roda dua dengan waktu 2,5 Jam perjalanan dari Kota Baturaja.

7. Mandi Hawa 

Objek wisata ini terletak didesa Tualang Kecamatan Lengkiti dengan jarak dari Baturaja 43 KM untuk menuju lokasi Mandi Hawa harus melalui jalan setapak 2 KM mengitari tepian sungai Saka. Menurut Legenda objek wisata Mandi Hawa merupakan tempat pertempuran perebutan wilayah Puyang Deham dengan Puyang Lampung Abung. Disana akan ditemukan peninggalan dari pertempuran kedua puyang tersebut yaitu Batu Asahan, Kolam Darah dan Kuburan Puyang. Batu Asahan merupakan tempat mengasah senjata sebelum perperangan, kolam darah konon merupakan tempat mengubur mayat-mayat korban pertempuran sedangkan kuburan Panjang terletak dihulu sungai Saka 15 menit berjalan kaki.

8. Bukit Pelawai

Bukit Pelawi terlekat di Kecamatan Baturaja Barat tepatnya di 4 wilayah desa : Desa Laya, Desa Pusar, Desa Batu Kuining dan Desa Karang Agung dengan ketinggian puncak bukit pelawi 990 mdpl. Bukit pelawi secara geografis mempunyai ekosistem hayati dan hewani dapat dijumpai berbagai jenis binatang primata (monyet, lutung, beruk ekor pendek), babi, macan akar, menjangan, keanekaragaman hayati ialah beberapa jenis tanaman kayu seperti kayu pulay, bambang lanang, bungur, duren, duku dan tanaman karet.

9. Goa Harimau

Goa Harimau terletak di desa Padang Bindu Kecamatan Semidang Aji Kabupaten OKU, berjarak kira-kira 35 KM dari kota Baturaja. Untuk menuju goa harimau harus menyebrangi sungai ogan melalui jembatan gantung tua, kemudian menelusuri jalan setapak sejauh 4 KM melewati Sungai Haman (Aek Haman).
Sebanyak 35 kerangka manusia kuno dari Ras Mongoloid berhasil ditemukan dimulut goa harimau oleh Tim penelitian arkeologi nasional (Puslit Arkenas) Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata RI. Kerangka manusia yang ditemukan tidak lagi termasuk dalam kategori manusia purba melainkan manusia kuno. Dikategorikan manusia kuno mengingat secara fisik bentuknya seperti manusia modern. Kemudian mereka juga sudah mengenal senjata yang dibuat dari batu, makanya juga sudah omnivora.
Menurut analisi Tim Puslit Arkenas kerangka manusia yang ditemukan di goa harimau termasuk dalam ras mongoloid karena adanya ciri-ciri morfologi yang ditemukan yaitu : bentuk tengkorak yang meninggi dan membundar (brachy cephal) dan bagian tengkorak belakang yang datar. Selain itu juga ada ciri morfologi gigi seri berbentuk orbit mata, kedalaman tulang hidung (nasal) serta postur tulang dan tubuh mereka yang khas mongoloid.Selain fosil, para arkeolog juga menemukan benda-benda bernilai sejarah tinggi seperti gerabah, biji kemiri yang telah menjadi fosil, batu pemukul serta beliung batu. Diperkirakan perabadan di goa harimau berasal dari 2000-3500 tahun yang lalu.

Tujuan pendidikan di akmi baturaja

A. Tujuan umum pendidikan
Tujuan umum pendidikan di AKMI Baturaja di selaraskan dengan tujuan umum pendidikan nasional, antara lain:


  1. Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia,indonesia seutuhnya yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur.
  2. Menyiapkan peserta didik untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Oleh karena itu Akademi Management Informatika dan Komputer AKMI Baturaja sebagai institusi pendidikan yang mengkhususkan diri pada penguasaan dan pengembangan teknologi informasi dengan kualitas yang siap bersaing dengan kemampuan global.
B. Tujuan khusus pendidikan
AKMI Baturaja didirikan untuk ikut mengembangkan dan mencetak sumber daya manusia yang profesinonal dengan dasar ilmu Informatika dan Komputer,sehingga memiliki keahlian sebagai berikut :


  1. Keahlian Teknisi Komputer di arahkan pada penguasa kemampuanpraktis dalam bidang perakitan komputer mulai dari pengenalan komponen (peripheral), instalasi hardware, software dan troubleshooting. dengan bekal ini para lulusan diharapkan siap bekerja bahkan berwiraswasta dalam bidang usaha perakitan dan perawatan komputer.
  2. Keahlian jaringan komputer akan mengantarkan anda menjadi praktisi jaringan komputer yang mampu melakukan management jaringan komputer dalam skala kecil dan besar termasuk menangani ssistem keamanannya, melalui program study ini akan di hasilkan sumberdaya manusia yang memiliki keahlian dalam pengelolahan jaringan komputer.
  3. Keahlian Desain Grafis akan menitik beratkan pada aspek artistik dari suatu aplikasi termasuk desain dari halaman web dengan penguasaan berbagai tools, program study ini akan menghasilkan output yang siap kerja di dunia web desaindan desain antarmuka berbasis HCI (Human Komputer Interaction).
  4. Keahlian E-Commerce dan internet akan memfokuskan bahasan pada masalah programan berbasiskan internet, program study ini akan menghasilkan sumberdaya manusia yang memiliki kemampuan handal dalam membangun situs-situs web terutama pada pemprograman database berbasis teknologi web.
  5. Keahlian Animasi dan Multimediamempelajari tentang bagaimanamembuat animasi film kartun 2 dimensi dan 3 dimensi, yang berbasiskan perkembangan dunia periklanan advertisingdewasa ini. Mengenali dan mempelajari pembuatan animasi dan penerapan alat-alat multimedia beserta media yang menanganinya yang banyak di gunakan dalam dunia pertelevisian dan industri film dewasa ini.
  6. Keahlian Programming, yaitu keahlian dalam membuat program berbasis visual, yang terdiri dari visual1, visua 11, visual 111, dengan menggunakan berbagai bahasa pemprograman.
  7. Keahlian kompoterisasi Akuntansi, yaitu keahlian dalam memahami komputer akuntansi dengan menggunakan aplikasi MYOB akunting.
Melalui laboratorium enterpreneurship, AKMI Baturaja mendidik mahasiswa untuk mengelolah suatu unit usaha bisnis, sehingga di samping mahasiswa mempelajari teorinya, mereka dididik untuk mampu mencetak produk yang layak jual. Oleh karena itu keberadaan laboraturium enterpreneurship tersebut di harapkan mampu menjadi sebuah jaringan bisnis yang mengelolah sumber Daya Manusia dan mencetak produk.

Sejarah Kabupaten OKU


         Kabupaten Ogan Komering Ulu diambil dari nama dua sungai besar yang melintasi dan mengalir di sepanjang wilayah kabupaten OKU, yaitu sungai Ogan dan Sungai Komering. Berdasarkan sejarah, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Nomor 9 Tahun 1997 tanggal 20 Januari 1997, Tahun 1878 ditetapkan sebagai tahun kelahiran nama Ogan Komering Ulu. Sedangkan berdasarkan peraturan perundang-undangan, Kabupaten Ogan Komering Ulu terbentuk dengan keluarnya Undang-undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembubaran Negara Bagian Sumatera Selatan dan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-undang Darurat Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Sumatera Selatan menjadi Propinsi didalam Negara Republik Indonesia.

          Selanjutnya melalui Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor GB/100/1950 tanggal 20 Maret 1950, ditetapkan batas-batas wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu dengan ibu kota kabupaten di Baturaja. Sejalan dengan Undang-undang Darurat Nomor 4 Tahun 1956 yang diperkuat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II Kotapraja di Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 73. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1821), Kabupaten Ogan Komering Ulu menjadi daerah otonom yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.

         Sesuai dengan semangat Otonomi Daerah, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dan Kabupaten Ogan Ilir di Provinsi Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4347), pada tahun 2003 Kabupaten OKU resmi dimekarkan menjadi 3 (tiga) Kabupaten, yakni (1) Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU TIMUR) dengan Ibukota Martapura; (2) Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU SELATAN) dengan Ibukota Muaradua dan (3) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dengan Ibukota Baturaja.

Selasa, 26 November 2013

AKU DAN KAMPUS AKMI BATURAJA

perkenalkan nama saya Rita agustina teman-teman saya biasanya memanggil saya rita, saya lahir dan besar di kota Baturaja, Orangtua saya berasal dari Padang Sumatera Barat, tetapi orangtua saya sudah lama merantau di kota Baturaja ini.
kini saya sedang meneruskan pendidikan saya di  kampus "AMIK AKMI BATURAJA" jurusan Manajement Informatika, dan saya sekarang sudah semester 3. saya kuliahnya cuma sabtu dan minggu..
Akmi adalah kampus yang memang benar-benar saya banget gitu, karna di Akmi ini saya benar-benar memperdalam ilmu komputer saya. dari kecil saya memang sudah menyukai tentang pelajaran komputer maka dari itu saya memilih kampus Akmi ini untuk belajar ilmu komputer lebih dalam.
di Akmi ini saya sudah mendapatkan pelajaran-pelajaran yang memang ingin saya pelajari dari dulu, seperti pelajaran mendesain, teknisi, membuat suatu pemograman dan masih banyak yang lain dech...
saya sangat senang bisa menjadi salah satu mahasiswi di Akmi Baturaja, karna di Akmi Dosen-dosennya baik-baik, tempatnya nyaman, trus teman-teman yang mengasikkan...
oh ya saya perkenalkan dulu ya teman di kelas saya, kelas yang paling gokil seduania....
kelasa saya yaitu MI Weekend B dan teman-teman saya ada Intan yang paling cantik, kalau di bilang jelek di marah jadi bilang saja cantik ya, ada jamalia teman aku yang satu ini jangan heran ya dengan namanya sebenarnya dia itu cewek bukan cowok memang namanya seperti cowok, ada Novi Amriani yang paling doyan model dan bakso, ada ananda meilisa putri yang sukanya merengut terus tapi baik kog, ada sindria, ada alfiah, dll.. panjang kalau mau di sebuti satu persatu.. hehehe...
kalau kalian masuk di kelas MI Weekend B pasti kalian bakalan seneng dech, karna di kelas MI Weekend B ini orangnya suka humoris, suka bercanda dan mengasikkan dech pokoknya..

kalian penasarankan dengan kampus Akmi, ,,
yuk gabung sekarang di AMIK AKMI BATURAJA

http://www.akmi-baturaja.ac.id/tentang-akmi-baturaja
 

Lambang "AMIK" AKMI BATURAJA

Perguruan tinggi AMIK AKMI Baturaja, memiliki lambang dan bentuk yang memiliki makna berikut uraiannya :

  1. Kembang wijaya kusuma, memiliki arti sentosa dan keabadian. Diharapkan AKMI Batujara menjadi perguruan tinggi yang selalu eksis mengikuti mengikuti perkempangan teknologi informasi dan tidak tergusur oleh kemajuan teknilogi. Warna kuning berarti kesejahteraan.
  2. Bintang AKMI memiliki motivasi untuk menjadi yang terdepan dan terbaik dalam bidang pendidikan, khususnya di OKU, SUMATERA bagian SELATAN.
  3. Sayap putih mengembang di atas bola dunia, berarti berguruan tinggi AKMI Baturaja selalu mengembangkan diri dalam bidang pendidikan, khususnya KOMPUTER di tingkat nasional dan internasional, setiap sisi memiliki lima sirip yang berarti perkembangan yang di lakukan selalu berdasarkan pada PANCASILA.warna putih berarti kesucian
  4. Monumen Tugu, melambangkan semboyan AKMI "Kampus Lokal Kualitas Global", warna putih berarti AKMI Baturaja membawa sisi positif dari semangat belajar dan kebudayaan dari jogja.
  5. Buku, melambangkan bahwa AKMI Baturaja bergerak dalam bidang dunia pendidikan.
  6. Gabungan dari Tugu dan Sayap membentuk kapak bermata dua. Hal ini memiliki arti bahwa lulusan yang di hasilkan AKMI Baturaja memiliki ketajaman berfikir dan memperluas pengetahuannya serta terjun di dunia kerja.